Pengaruh Gelombang Tinggi, Harga Ikan Laut Merangkak Naik

CIAMIS, (PR).- Gelombang tinggi yang berlangsung sejak beberapa waktu lalu mengakibatkan berkurangnya pasokan hasil tangkapan laut. Kondisi tersebut mengakibatkan naiknya harga beberapa hasil tangkapan laut seperti ikan, udang, maupun cumi-cumi.

Di Pasar Manis Ciamis yang merupakan pasar tradisional terbesar di Tatar Galuh, Rabu 1 Agustus 2018, stok ikan dan hasil tangkapan laut lainnya tidak sebanyak seperti saat kondisi normal. Bahkan pedagang juga sempat tidak menjual ikan tongkol karena tidak ada.

Umumnya pedagang mendapat pasokan dari berbagai wilayah. Pedagang mengaku selama ini barang dagangannya baik ikan, udang, cumi dan hasil laut lainnya dipasok dari beberapa wilayah di antaranya Tegal, Indramayu, Cirebon, dan Pekalongan, serta sebagian kecil didatangkan dari Cilacap.

Harga ikan layang dan kembung yang biasanya 28 ribu rupiah, naik menjadi 30 ribu rupiah per kilogram. Harga ikan tongkol atau tuna naik menjadi 35 ribu rupiah dari sebelumnya 30 ribu rupiah per kilogram. Kenaikan harga juga terjadi pada ikan kakap (50 ribu–55 ribu rupiah per kilogram), bandeng (30 ribu rupiah), dan bawal hitam 70 ribu rupiah).

Kemudian harga udang dogol naik menjadi 80 ribu rupiah dari sebelumnya 75 ribu rupiah, udang windu 100 ribu rupiah dari sebelumnya 95 ribu rupiah per kilogram, udang pleci 80 ribu rupiah dari sebelumnya 75 ribu rupiah, serta cumi-cumi besar 80 ribu rupiah dan udang kecil 60 ribu rupiah.

“Beberapa hari lalu ikan tongkol tidak ada, dan ketika datang kiriman jumlahnya terbatas. Beberapa jenis ikan lain pasokan juga terbatas. Kata pemasok, barang berkurang karena gelombang tinggi,” ujar Ajat, pedagang ikan laut di Pasar Manis.

Dia mengaku terpaksa memilih untuk mengurangi keuntungan dibanding menaikkan harga menjadi lebih tinggi. Hal itu dilakukan agar konsumen tetap membeli barang jualannya.

“Kulakannya sudah naik, kalau keuntungan seperti biasa, harganya sangat mahal. Jadi lebih baik sedikit mengurangi untung,” ujarnya.

Hal serupa juga dikemukakan pedagang ikan laut lainnya, Ny. Ita dan Yati Surtini. Mereka juga menyatakan naiknya harga ikan laut berkaitan dengan berkurangnya pasokan akibat gelombang tinggi. Pedagang tidak mendapat pasokan ikan dari Pangandaran karena permintaan di wilayah yang baru lepas dari kabupaten Ciamis juga tinggi, lanjutnya.

“Sudah beberapa hari ini harga naik, namun ada juga yang harganya tetap. Semoga saja keadaan cepat normal kembali,” tutur Ita.***

Sumber

  • Related Posts

    Reindustrialisasi dan Agromaritim 5.0

    Arif Satria, Rektor IPB University Pada tahun 2045 diprediksi Indonesia akan men-jadi empat besar negaraekonomi terbesar di dunia. Per-siapan-persiapan menujui 2045harus dilakukan dari sekarang,baik dari sisi desain ekonomimaupun pengembangan kuali-tas…

    Pentingnya pengembangan dan pemberdayaan nelayan tradisional Indonesia

    Pengembangan nelayan tradisional memiliki potensi yang penting dalam mempertahankan warisan budaya, menghasilkan pendapatan bagi komunitas nelayan, dan menjaga keberlanjutan sumber daya laut. Berikut adalah beberapa pendapat yang umumnya terkait dengan…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    You Missed

    Reindustrialisasi dan Agromaritim 5.0

    Pentingnya pengembangan dan pemberdayaan nelayan tradisional Indonesia

    Pentingnya pengembangan dan pemberdayaan nelayan tradisional Indonesia

    Bahan Baku Kapal Langka, Kapal Nelayan diganti dari Fiberglass

    Bahan Baku Kapal Langka,  Kapal Nelayan diganti dari Fiberglass

    Peringati hari Nelayan, Apakah Nelayan Semakin Sejahtera?

    Peringati hari Nelayan, Apakah Nelayan Semakin Sejahtera?

    Mulai April 2018, 15 trayek tol laut Jokowi beroperasi penuh

    Mulai April 2018, 15 trayek tol laut Jokowi beroperasi penuh

    Daftar Harga Ikan di Muara Angle untuk Dipanggang di Malam Tahun Baru 2019

    Daftar Harga Ikan di Muara Angle untuk Dipanggang di Malam Tahun Baru 2019