Reindustrialisasi dan Agromaritim 5.0

Arif Satria, Rektor IPB University

Pada tahun 2045 diprediksi Indonesia akan men-jadi empat besar negaraekonomi terbesar di dunia. Per-siapan-persiapan menujui 2045harus dilakukan dari sekarang,baik dari sisi desain ekonomimaupun pengembangan kuali-tas modal manusia.Dalam konteks ekonomi, un-tuk mewujudkan ketangguhanekonomi 2045, kita perlu potrethari ini.Ternyata,fenomena de-industrialisasi di Indonesia te-lah terjadi. Hal ini terlihat daripenurunan pangsa sektor in-dustri terhadap produk domes-tik bruto dari 21,57 persen(2013) menjadi 17,84 persen(2023).Padahal, satu tahapan pen-ting untuk mewujudkan Indo-nesia Emas 2045 tersebut me-lalui industrialisasi yang tepat.Karena itu, desain reindustria-lisasi yang tepat harus kita de-sain dengan cermat. Hal ini jugapenting untuk mengeluarkanIndonesia dari jebakan negaraberpenghasilan menengah.Industri, industrialisasi,dan reindustrialisasiAda dua paradigma yang kinimengemuka, yaitu paradigma”industri di Indonesia” dan ”in-dustrialisasi Indonesia”. Para-digma ”industri di Indonesia”lebih bermakna sekadar per-tumbuhan industri yang ber-tempat di Indonesia. Tidak jadisoal apakah industri tersebutcocok atau tidak dengan kulturmasyarakat Indonesia.Tidak jadi soal pula apakahindustri tersebut melibatkanmasyarakat atau tidak. Yangpenting hanyalah luaran eko-nomi yang berkontribusi padapertumbuhan ekonomi. Masya-rakat lokal tidak mampu ter-libat dalam industrialisasi danberpotensi menjadi penontonpertumbuhan. Paradigma iniakan membuat adanya trans-formasi ekonomi tanpa trans-formasi sosial.Ketidakterlibatan masyara-kat dalam proses pertumbuhanindustri ini bisa terjadi karenakarakteristik sosial tidak kom-patibel dengan persyaratan in-dustri, seperti kompetensi, ke-terampilan, danaspek sosial bu-daya lainnya. Akibatnya, yangterjadi adalah masyarakat akanterasing di kampungnya sendirikarena tidak ada kaitan antarakehadiran industri dan karak-teristik sosial masyarakat.Ini merupakan kondisi dimana yang terjadi adalah per-tumbuhan dan bukan pemba-ngunan. Inilah yang oleh Sajo-gyo disebut ”modernisasi tanpapembangunan” yang berpotensimenyebabkan ketimpangan.Ketimpangan merupakanpekerjaan rumah yang masihharus kita tuntaskan. Berda-sarkan World Inequality Report(2022), 10 persen pendudukteratas di Indonesia memper-oleh pendapatan sebesar 48persen dalam setahun, semen-tara 50 persen terbawah di In-donesia memperoleh pendapat-an yang setara dengan hanya12,4 persen dari total penda-patan dalam setahun.Fenomena ini menunjukkanterjadi peningkatan pertum-buhan ekonomi dan pertum-buhan ekonomi per kapita,tetapi ketimpangan pendapatandi Indonesia juga meningkat.Indeks gini pada tahun 1996sebesar 0,32 dan meningkatmenjadi 0,37 tahun 2020. Pe-ningkatan koefisien gini me-nunjukkan peningkatan ketim-pangan pendapatan Indonesia.Sementara itu, ”industriali-sasi Indonesia” lebih mencer-minkan proses transformasi so-sial, yang melibatkan prosesperubahan perilaku dan budayamasyarakat.Dengan demikian, industria-lisasi Indonesia sebenarnyabermakna mengindustrikanmasyarakat Indonesia agar ma-syarakat memiliki kultur danperilaku yang sejalan dengannilai-nilai industrial, baik dalamdunia kerja maupun kehidupansehari-hari. Di sinilah transfor-masi ekonomi berjalan beri-ringan dengan transformasi so-sial.Paradigma industrialisasi In-donesia di atas mestinya bisamewarnai reindustrialisasi In-donesia ke depan. Sudah saat-nya reindustrialisasi dilaku-kan dengan memperha-tikan struktur sosialyang ada. Hal inipenting agar rein-dustrialisasi inimampu melibat-kan mayoritasmasyarakat kitasehingga terjadikaitan ke bela-kang yang kuat.Masyarakat akanmenikmati kuepembangunan danterlibat dalam proses-nya.Keterlibatan masyarakat inipenting untuk mengoreksi pa-radigma pertumbuhan yangmengandalkan prinsip efek me-netes ke bawah. Jadi, yang hen-dak kita wujudkan adalah per-tumbuhan melalui pemerataan,baik pemerataan kue maupunpemerataan partisipasi.Dengan bahasa lain, trans-formasi ekonomi mesti beri-ringan dengan transformasi so-sial, dan ketahanan ekonomiakan berkelindan dengan ke-tahanan sosial. Kekuatan eko-nomi yang berbasis pada ke-kuatan sosial akan memperko-koh reindustrialisasi.Agromaritim 5.0Ketika kita harus memilihsektor mana yang akan menjadiprioritas reindustrialisasi, salahsatu kriteria pentingnya adalahsektor yang mampu mendekat-kan sektor ekonomi dan sosialserta mampu melibatkan ma-yoritas masyarakat dalam in-dustrialisasi.Fakta menunjukkan, struk-tur sosialmasyarakat kitamasihbercorak agromaritim, baikpertanian, perkebunan, peri-kanan, kelautan, peternakan,maupun kehutanan. Hal initer-lihat dari struktur tenaga kerjayang masih didominasi sektorpertanian (29,76 persen), per-dagangan (19,23 persen), indus-tri pengolahan (13,61 persen),dan sektor lain, yang masing-masing kurang dari 10 persen.Selain itu, sektor agromari-tim selalu jadi penyelamat eko-nomi Indo-nesia di saatkrisis, baik kri-sis moneter 1997,krisis keuanganglobal 2009, mau-pun pandemi Co-vid-19 2020-2021.Sektor ini pula yangmampu mengatasi kemis-kinan selama Orde Baru,dan kini pun masih diper-lukan untuk mengatasi kemis-kinan. Kemiskinan pada 2023didominasi warga desa (12,22persen), dan kini 43 persenwarga tinggal di perdesaan.Agromaritim memiliki mak-na strategis karena sektor inimenjadi sumber pangan, energiterbarukan, kedaulatan kese-hatan, dan biomaterial. Kedau-latan pangan sudah menjadi ko-mitmen semua negara karenaini merupakan faktor hidupmatinya sebuah bangsa.Kedaulatan energi terbaru-kan menjadi tuntutan atas an-caman perubahan iklim. Ke-daulatan kesehatan berbasis pa-da bahan baku lokal, baik ta-naman obat maupun biota laut,semakin mendesak seiring de-ngan tergantungnya kita padaobat-obatan impor.Biomaterial baru menjadiharapan masa depan ketika ba-han tambang suatu saat akanhabis dan tidak bisa direpro-duksi sehingga sektor agroma-ritim adalah sumber kehidupanberkelanjutan karena sifatnyayang terbarukan (renewable).Agenda berikutnya adalahbagaimana kita mampu men-ciptakan nilai tambah dari pro-duk-produk agromaritim me-lalui industrialisasi. Industriagromaritim dapat menjadi lo-komotif ekonomi Indonesia ka-rena memilikitarikan yang kuatke belakang (produksi primer)dan ke depan (distribusi, lo-gistik, perdagangan).Minimal ada dua tumpuanpenting untuk reindustrialisasiagromaritim yang bisa disum-bangkan perguruan tinggi (PT)secara langsung.Pertama, inovasi unggul. Ki-ni, inovasi agromaritim harusberorientasi pada pencapaianTujuan Pembangunan Berke-lanjutan (SDGs) dan pening-katan daya saing melalui inovasiteknologi 4.0 berbasis teknologimaju, seperti kecerdasan buat-an, drone, blockchain, robotik.Revolusi biologi yang meng-integrasikan teknologi informa-si dan ilmu biologi menjadikunci agromaritim ke depan,seperti hadirnya bioinformatikadan biorobotik. Blockchain jugabisa digunakan untuk meme-cahkan kebuntuan sistem logis-tik agromaritim. Kombinasi ke-dua orientasi ini membuat ciribaru menjadi inovasi agromari-tim 5.0, dengan unsur manusia,sosial, dan lingkungan berke-lindan dengan teknologi 4.0(Klotler dan Kertajaya, 2022).Tumpuan inovasi agromari-tim 5.0 adalah kualitas riset.Sekitar 68 persen riset IPB ber-tema agromaritim 4.0 yangmenjadi modal untuk inovasi.Dalam konteks konektivitasglobal, Baldwin (2021) dengansmile curve menggambarkanpentingnya penelitian dan pe-ngembangan dalam tahapanrantai nilai global (global valuechain). Penelitian dan pengem-bangan dalam rantai produksimemiliki nilai tambah tinggi.Oleh karena itu, ekosistem risetagromaritim harus diperkuatdengan peta jalan yang terukur,infrastruktur dan sumber dayariset yang memadai, serta ku-alitas peneliti yang penuh ter-obosan inovasi baru.Kedua, modal manusia perludiarahkan untuk menjadi tech-nopreneur, sociopreneur, dantenaga profesional yang bisamengatasi masalah regenerasipetani di tingkat hulu. Techno-preneur adalah pelaku industriagromaritim berbasis inovasiPT. Kini, sekitar 43 persen ma-hasiswa baru IPB ingin jadipengusaha sehingga harus di-desain program yang sistematisseperti CEO school, young ag-ripreneur camp. IPB juga telahmembangun start up center.Sementara, sociopreneur ada-lah pelaku pemberdayaan ma-syarakat agromaritim berbasisinovasi. Dalam lima tahun ter-akhir (2018-2023), IPB telahmenyentuh 4.235 desa atau 5,7persen desa di Indonesia me-lalui aneka program, sepertiDa-ta Desa Presisi, One Village OneCEO, Sekolah Peternakan Rak-yat, DigiTani, Sekolah Pemerin-tahan Desa, dan AgribussinesTechnology Park.Berdasarkam Time HigherEducation (THE) Impact Ran-king 2023, IPB masuk peringkatsepuluh besar dunia untukSDGs 1 (no poverty) dan SDGs 2(zero hunger), dan peringkat 1dunia SDGs 8 (decent work andeconomic growth).Tenaga profesional adalahpekerja yang memiliki keahlianyang diperlukan industri. Un-tuk menghasilkan ketiga sosokluaran PT tersebut diperlukanekosistem pendidikan yangkondusif sehingga transformasikurikulum secara dinamis men-jadi keniscayaan agar lulusankompatibel dengan prasyaratperubahan yang begitu cepat.Tentu masih banyak lagiagenda untuk transformasi eko-nomi berbasis industri agroma-ritim yang tidak bisa disele-saikan oleh PT. Yang diperlukanadalah sinergi semua pihak, ba-ik untuk infrastruktur, sistemlogistik, investasi, maupun per-dagangan yang berpihak.Namun, semua itu perlu petajalan industrialisasi agromari-tim yang sistematis dan perludukungan politik kuat. Hal inibisa dimulai dengan penyusun-anRencana JangkaPanjangNa-sional 2025-2045 yang mene-gaskan industri agromaritim se-bagai lokomotif pembangunanekonomi nasional.SURAT KEPADA REDAKSIRubrik ini menerima surat Anda mengenai kebijakan/layanan publik, konten artikeldi halaman Opini maupun pemberitaan Kompas, serta masalah-masalah sosial kemasyarakatan dan konsumen yang tidakterselesaikan dalam prosedur formal. Maksimal 300 kata atau 2.300 karakter. Surat pembaca dikirim kepadasuratpembaca@kompas.id atau ke Redaksi Kompas, Jl Palmerah Selatan 21, Jakarta 10270 dengan menuliskan nama lengkap, alamat,dan nomor telepon yang bisa dihubungi, disertai dengan fotokopi atau pindaian identitas diri.

  • Related Posts

    Pentingnya pengembangan dan pemberdayaan nelayan tradisional Indonesia

    Pengembangan nelayan tradisional memiliki potensi yang penting dalam mempertahankan warisan budaya, menghasilkan pendapatan bagi komunitas nelayan, dan menjaga keberlanjutan sumber daya laut. Berikut adalah beberapa pendapat yang umumnya terkait dengan…

    Bahan Baku Kapal Langka, Kapal Nelayan diganti dari Fiberglass

    Karena kayu semakin sulit diperoleh, maka perahu dari kayu pun semakin mahal. Hal ini mendorong para pengrajin perahu nelayan tradisional untuk bahan baku selain kayu untuk pembuatan perahu. Salah satu…

    One thought on “Reindustrialisasi dan Agromaritim 5.0”

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    You Missed

    Reindustrialisasi dan Agromaritim 5.0

    Pentingnya pengembangan dan pemberdayaan nelayan tradisional Indonesia

    Pentingnya pengembangan dan pemberdayaan nelayan tradisional Indonesia

    Bahan Baku Kapal Langka, Kapal Nelayan diganti dari Fiberglass

    Bahan Baku Kapal Langka,  Kapal Nelayan diganti dari Fiberglass

    Peringati hari Nelayan, Apakah Nelayan Semakin Sejahtera?

    Peringati hari Nelayan, Apakah Nelayan Semakin Sejahtera?

    Mulai April 2018, 15 trayek tol laut Jokowi beroperasi penuh

    Mulai April 2018, 15 trayek tol laut Jokowi beroperasi penuh

    Daftar Harga Ikan di Muara Angle untuk Dipanggang di Malam Tahun Baru 2019

    Daftar Harga Ikan di Muara Angle untuk Dipanggang di Malam Tahun Baru 2019