PSDKP Kalimantan Susun Pengawasan Terhadap Nelayan Lokal

Bisnis.com, TARAKAN – Menjelang akhir 2017, Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Kalimantan Timur (Katim), dan Kalimantan Selatan (Kalsel) telah menyusun program kerja untuk 2018 mendatang. Hal itu diungkapkan Kepala Stasiun PSDKP Kaltara, Kaltim dan Kalsel, Akhmadon.

Dalam program kerja itu, Stasiun PSDKP memiliki target khusus. Diantaranya melakukan pengawasan terhadap pelanggaran administrasi yang dilakukan oleh para nelayan lokal. Seperti merubah ukuran kapal untuk pembuatan izin berlayar. Kemudian, target selanjutnya adalah kapal nelayan yang mengangkut protasium atau pupuk matahari sebagai bahan dasar pembuatan bom ikan. Adapun target lainnya seperti pengawasan terhadai kegiatan ilegal fishing sampai dengan penyelundupan kepiting bertelur yang juga marak terjadi.Baca juga: Marsekal Hadi Tjahjanto, Calon Panglima TNI

Itu target dan prioritas kita pada 2018 mendatang, ungkap Akhmadon kepada Bisnis, Senin (4/12/2017).

Berdasarkan informasi yang didapatkan, ada beberapa kapal nelayan di Tarakan yang terindikasi merubah ukuran untuk mendapatkan subsidi. Seperti dari kapal 30 GT dirubah menjadi 15 GT atau 10 GT. Sehingga pihaknya akan melakukan kerjasama untuk pengukuran ulang kapal-kapal nelayan. Kita akan tertibkan lagi melalui Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) ujarnya.Baca juga: Rapim TNI 2018 di Kapal Perang

Selanjutnya, pihaknya juga akan melakukan operasi gabungan bersama Badan Keamanan Laut (Bakamla). Pada 2017 ini, pihaknya telah melakukan operasi bersama sebanyak 3 kali. Dalam operai itu, untuk melihat kegiatan yang ilegal. Termasuk memeriksa kapal apakah ada yang memuat pupuk matahari itu. Karena ada indikasi kapal pengangkut pupuk matahari dari  Malaysia ke Indonesia, terangnya.

Sementara itu, dalam penguatan operasi dalam kegiatan 2018 mendatang, ada tambahan armada untuk wilayah Kaltara. Saat ini, sebuah armada raider berkekuatan 500 pk dengan panjang 12 meter telah didatangkan. Selain penguatan armada, ada juga penambahan Sumber Daya Manusia (SDM). Namun belum diketahui apakah penambahan SDM itu dilakukan oleh pusat, atau alih tugas dari pemerintah daerah ke pusat maupun Bantuan Kerjasama Operasional (BKO).Baca juga: Penumpang Angkutan Laut Naik 13%

Khusus di wilayah kerja stasiun Tarakan, ada 8 armada. Tetapi untuk armada raider yang baru itu akan dioperasikan pada Januari 2018, tandasnya.

Sumber

  • Related Posts

    Reindustrialisasi dan Agromaritim 5.0

    Arif Satria, Rektor IPB University Pada tahun 2045 diprediksi Indonesia akan men-jadi empat besar negaraekonomi terbesar di dunia. Per-siapan-persiapan menujui 2045harus dilakukan dari sekarang,baik dari sisi desain ekonomimaupun pengembangan kuali-tas…

    Pentingnya pengembangan dan pemberdayaan nelayan tradisional Indonesia

    Pengembangan nelayan tradisional memiliki potensi yang penting dalam mempertahankan warisan budaya, menghasilkan pendapatan bagi komunitas nelayan, dan menjaga keberlanjutan sumber daya laut. Berikut adalah beberapa pendapat yang umumnya terkait dengan…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    You Missed

    Reindustrialisasi dan Agromaritim 5.0

    Pentingnya pengembangan dan pemberdayaan nelayan tradisional Indonesia

    Pentingnya pengembangan dan pemberdayaan nelayan tradisional Indonesia

    Bahan Baku Kapal Langka, Kapal Nelayan diganti dari Fiberglass

    Bahan Baku Kapal Langka,  Kapal Nelayan diganti dari Fiberglass

    Peringati hari Nelayan, Apakah Nelayan Semakin Sejahtera?

    Peringati hari Nelayan, Apakah Nelayan Semakin Sejahtera?

    Mulai April 2018, 15 trayek tol laut Jokowi beroperasi penuh

    Mulai April 2018, 15 trayek tol laut Jokowi beroperasi penuh

    Daftar Harga Ikan di Muara Angle untuk Dipanggang di Malam Tahun Baru 2019

    Daftar Harga Ikan di Muara Angle untuk Dipanggang di Malam Tahun Baru 2019