Bogor – Kerugian masuknya ikan impor yang masuk ke pasar domestik selama ini bisa mencapai triliunan rupiah. Selain itu para nelayanlah yang menjadi pihak yang dirugikan karena pendapatannya berkurang.
“Kerugian triliunan rupiah, dan dapat dibayangkan kerugian terbesar adalah nelayan berkurang pendapatannya. Hari ini saya cek tadi pagi harga ikan di pasar naik Rp 1.000, mulai naik harga pasar seribu rupiah. Itu buat saya kalau naik Rp 1000 kasihan nelayan-nelayan itu,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad di Istana Bogor, Selasa (29/3/2011)
Ia menambahkan dengan harga ikan impor hanya 30% dari harga ikan nelayan lokal, dampaknya ikan tangkapan nelayan tak mampu bersaing dengan ikan impor tersebut.
“Alasan mereka impor ini, kelompok ini, macam-macam, yang tidak masuk di akal, misalnya buat umpan, padahal mereka itu menjual di pasar-pasar bebas, pasar Kramat Jati, di mana-mana. dengan harga jauh lebih murah. Akibatnya nelayan-nelayan saya sulit untuk menangkap ikan dan bersaing dengan harga mereka,” katanya.
Fadel menyatakan langkahnya membatasi ikan impor banyak mendapat tantangan karena dinilai melanggar kaidah-kaidah perdagangan bebas atau free trade agreement (FTA).
“Saya sekarang dapat banyak tantangan, dari beberapa orang di perdagangan yang anggap saya menyalahi aturan free trade. saya mengatakan bahwa saya juga menghargai free trade,” katanya.
Seperti diketahui kasus impor ikan ilegal yang masuk ke wilayah Indonesia semakin marak terjadi. Kasus terbaru misalnya di Belawan ditahan sebanyak 72 kontainer (1.944 ton) ikan, 81 kontainer (2.176 ton) ikan di Tanjung Priok Jakarta, dan 37 kontainer (1.006 ton) ikan di Tanjung Perak Surabaya. Sementara itu di Bandara Soekarno Hatta sebanyak 7.687 ton.
Ikan impor yang masuk umumnya adalah jenis mackarel dan selar. Impor ikan ilegal yang ditahan sebagian besar berasal dari China, yaitu sebanyak 126 kontainer.
Sumber





Interesting perspective, the part about vintage looks was made easy to follow, hope to read more soon.