TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR – Sebanyak 11 rumpon nelayan asal Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel) dibakar di Pacitan Jawa Timur Jumat (15/4/2011) lalu. Rumpon tersebut milik dari 68 kapal nelayan asal Sinjai. Akibatnya, nelayan mengalami kerugian hingga Rp 700 juta.
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Sulsel, Andi Tamsil sudah memfasilitasi para nelayan tersebut dengan menyurati DPR RI, Menteri Kelautan dan DPP HNSI tembusan Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel namun sampai saat ini belum ada respon. Begitu juga dengan Polisi Perairan daerah Pacitan, dan Dinas Perikanan Jawa Timur belum memberi respon.
Saat ini, nelayan asal Sinjai tersebut tidak bisa melaut. Mereka minta agar kasusnya segera diselesaikan dan mereka bisa melaut kembali.
Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sulsel, Andi Mongkang akan terus mengupayakan penyelesaian kasus ini karena kejadian ini dianggap menjadi masalah besar. Dikhawatirkan kasus ini menimbulkan amukan nelayan Sulsel.
“Kami akan terus mengajukan penyelesaian kasus ini karena kami khawatir kalau lama kelamaan hingga menyebabkan amukan nelayan Sulsel di sana,” tutur Andi Mongkang kepada Tribun, Sabtu (30/4/2011)
Pembakaran rumpon tersebut berawal dari keselahpahaman antar nelayan asal Pacitan dan nelayan asal Sinjai.
Pada tanggal 23 Maret 2011, dua kapal asal Sinjai, Makmur 01 yang dinakhodai Ramli dan Makmur 02 dinakhodai Makmur sendiri sekitar pukul 05.00 WIB melihat pancing kapal bernama Long Line yang hanyut di laut. Kemudian pancingnya diangkat dan dinaikkan ke kapal mereka.
Beberapa saat kemudian kapal nelayan Halilintar 16, 21 dan Karmila 02 didatangi kapal Long Line bernama Koyong Jaya 5, dan menuduh mereka telah memutus pancingnya. ABK Koyong Jaya 5 kemudian langsung melempari ABK ketiga kapal asal Sinjai tersebut hingga terluka.
Senin 11 April, Kapal Halilintar 09 asal Sinjai dinakhodai Arman disuruh mencabut rumpongnya dari tempat pasangnya oleh kapal Long Line. Halilintar kemudian meninggalkan tempatnya tanpa mencabut rumponnya sehingga memicu kemarahan ABK Long Line dan langsung membakar Rumpong tersebut.
Jumat 15 April 2011, sebanyak 11 rumpon dari 68 kapal asal Sinjai dibakarĀ oleh ABK kapal Long Line.(*)
.Editor: Yulis Sulistyawan




